8 Tempat Sakral untuk Berburu Pesugihan

tempat cari pesugihanPesugihan adalah cara untuk mendapatkan kekayaan duniawi dengan melalui prewangan atau bantuan khusus. Apabila Anda memanfaatkan prewangan berupa makhluk halus, maka ia tergolong dalam jenis pesugihan hitam dengan berbagai mudharat yang bisa menimpa baik di dunia maupun di akhirat. Ada juga jenis pesugihan putih atau lebih dikenal dengan istilah penglarisan. (Baca lebih lengkap pengertian dan jenis pesugihan). Nah, untuk bisa mendapatkan pesugihan yang diinginkan, klien harus melakukan berbagai macam ritual di tempat sakral atau tempat cari pesugihan khusus.

Tulisan ini tidak berniat untuk memberikan referensi kepada pembaca guna mencari pesugihan di tempat-tempat sakral berikut. Melainkan, hanya ingin memberikan wawasan kepada pembaca mengenai tempat cari pesugihan. Dengan demikian, Anda bisa berhati-hati dengan memilih metode meraih kekayaan dengan halal dan tidak melanggar aturan agama serta normal sosial.

Tidak sembarang orang bisa masuk dan mengunjungi tempat cari pesugihan nan angker ini. Biasanya terdapat juru kunci atau membawa seorang perantara, seperti dukun yang biasa memberikan pelayanan pesugihan hitam. Waktu khusus pun harus ditentukan, misalnya dengan melihat hari dan pasaran tepat sesuai dengan hari lahir klien. Sebenarnya, terdapat banyak sekali tempat cari pesugihan, tapi di sini kami hanya akan membahas 8 tempat yang paling sering dikunjungi dimana mitosnya adalah paling ampuh dalam mewujudkan kekayaan seseorang.

8 Tempat Cari Pesugihan di Indonesia

Tempat yang disakralkan layaknya gua, gunung dan makam seseorang yang semasa hidupnya ditinggikan, sering dimanfaatkan oleh orang-orang dari seluruh pelosok Indonesia untuk meminta bantuan kekayaan. Sejatinya, bantuan ini dipanjatkan kepada Sang Pemberi Hidup. Ziarah atau berkunjung ke tempat sakral hanya digunakan sebagai perantara untuk mempermudah supaya doa kita lebih cepat terkabulkan.

Namun, sayangnya masyarakat kita telah melenceng dari makna ziarah yang sesunggunya hingga makam atau penghuni gua-gua tersebut dianggap sebagai makhluk yang bisa memberikan kekayaan dan kesuksesan dunia. Seperti yang telah diuraikan dalam tulisan sebelumnya mengenai arti pesugihan dan jenis-jenis pesugihan bahwa dalam mengejar pesugihan hitam, seseorang tidak hanya mengorbankan jiwa orang yang dicintai. Melainkan juga harus melaksanakan berbagai macam ritual, seperti semedi, memberikan sesembahan hingga bersetubuh dengan pasangan selingkuhnya. Nah, biasanya ritual-ritual semacam ini dilakukan di lokasi khusus. Berikut adalah 8 tempat cari pesugihan yang paling tersohor.

1. Goa Gedung Manik

Goa gedung manik berlokasi di desa Citarik, Sukabumi Jawa Barat. Tempat ini cukup ramai dikunjungi peziarah, baik yang ingin mendapatkan pesugihan hitam maupun hanya sekedar peziarah biasa tanpa tujuan khusus. Bahkan pejabat pun dikabarkan sering mengunjungi goa kecil dengan panjang 15 – 20 meter ini.

Untuk bisa memasuki goa gedung manik pun seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya mempersembahkan beberapa sesaji dan terdapat ritual khusus yang bersifat rahasia guna memperlancar hubungan gaib antara si pemburu pesugihan dengan penghuni goa. Terdengar kabar bahwa goa gedung manik ini tergolong sangar, karena seseorang yang memanjatkan doa kekayaan namun tidak terkabul, maka akan mengalami akibat fatal. Tidak main-main, resikonya adalah hilang akal pikiran hingga meninggal dunia karena jiwanya ditarik oleh penghuni goa.

2. Goa Lalay

tempat cari pesugihanGoa Lalay atau bisa disebut dengan doa kelelawar, lokasinya tidak jauh dari goa gedung manik. Sebenarnya, tidak banyak yang mengakui bahwa goa ini bisa membantu mengabulkan pemburu pesugihan hitam. Hanya saja pada waktu sore hari selalu terlihat ribuan kelelawar yang masuk ke dalam goa. Sehingga, hal ini menarik perhatian turis mancanegara dan orang pintar untuk mengunjunginya karena sifat angker yang dimiliki.

3. Goa Landak

Konon pada awal Mei 1999 terdapat seorang paranormal yang datang untuk berziarah ke dalam goa landak dengan membawa uang kuno bergambar Bung Karno guna mencairkannya sejumlah uang pada zamannya. Juru kunci goa landak yang tidak percaya pun ikut menemani paranormal tersebut untuk melihat prosesnya. Dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat bahwa paranormal itu mampu mengubah uang kuno bergambar Bung Karno itu bisa berubah menjadi uang baru pada tahun 1999.

Paranormal itu mengaku bahwa uang itu adalah uang gaib dan bisa dipergunakan oleh manusia. Sejak saat itu, goa kecil yang mirip dengan lubang air ini sering dikunjungi orang-orang yang ingin mendapatkan kekayaan melalui pesugihan hitam.

4. Gunung Kawi

Gunung menjadi semakin sakral dikarenakan terdapat makam pendakwah agama Islam, yakni Kiai Zakaria II yang merupakan cucu dari Pangeran Diponegoro dan Raden Mas Iman Sujono yang merupakan buyut Sultan Hamengku Buwono I (Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat). Kedua tokoh tersebut adalah trah Kerajaan Mataram.

Alkisah, RM Iman Sujono yang tinggal di Padepokan Gunung Kawi menanam pohon jenis tanaman keras, seperti pohon nagasari, kweni, kesemek, cempaka, tanjung, kanthil, jenar, katimaha, jatimulya dan lain-lain. Dari semua tanaman tersebut, terdapat satu tanaman yang sangat menonjol yakni pohon dewandaru dimana dalam mitologi Cina, pohon ini hanya bisa ditanam oleh seorang dewa atau kaisar.

Karena legenda inilah, kemudian pohon dewandaru dianggap sebagai pohon keberuntungan. Kayunya sering dimanfaatkan untuk membuat aksesoris semacam gelang, kalung dan tasbih sebagai suwuk untuk meningkatkan kewibawaan dan kekayaan. Dikarenakan 2 makam laskar Diponegoro inilah kemudian Gunung Kawi dengan berbagai tanaman uniknya yang terletak di Wonosari, Malang ini sering dikunjungi peziarah guna mendapatkan pesugihan.

5. Pantai Laut Selatan

Siapa yang tidak kenal dengan pantai laut selatan? Keangkeran dan kesakralannya sudah tersohor ke seluruh pelosok Indonesia bahkan mancanegara. Kerajaan pantai laut selatan ini dipimpin oleh Kanjeng Ratu Kidul dan dibantu oleh 2 patihnya, yakni Nyi Rara Kidul sebagai patih lebet (dalam) dan Nyai Blorong sebagai patih njawi (luar). Masing-masing patih memiliki tugas khusus untuk mengatur sistem pemerintahan kerajaan.

Awalnya, Nyai Blorong adalah penguasa pantai laut selatan, namun setelah beradu tanding dengan Kanjeng Ratu Kidul ia kalah, sehingga kekuasaannya diambil alih oleh Kanjeng Ratu Kidul. Meskipun begitu, kekuasaan Nyai Blorong tidak bisa tidak sepenuhnya bisa terkontrol oleh Kanjeng Ratu. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Nyai Blorong untuk membentuk persekutuan dengan manusia dimana keduanya sama-sama mendapatkan keuntungan. Yakni, manusia bisa mendapatkan kekayaan yang diinginkan sedangkan, Nyai Blorong mendapatkan kepuasan setelah bersenggama dengan sosok dari alam manusia guna memenuhi nafsu berahinya.

Berdasarkan cerita yang beredar di masyrakat sekitar, bahwa tempat yang dijadikan pertemuan antara Nyai Blorong dengan lelaki pemburu pesugihan adalah Goa Langse. Goa ini dipercaya sebagai penghubung antara kraton Merapi dan Samudra Kidul. Setelah pemburu pesugihan hitam ini melakukan kesepakatan mengenai cara mendapatkan kekayaan beserta jumlahnya, maka ia harus menyediakan kamar khusus dimana tak seorangpun boleh memasuki. Kamar inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat bersetubuh antara Nyai Blorong dengan lelaki itu. Persetubuhan akan dilakukan setiap Jumat Kliwon dan apabila lelaki tersebut tidak mampu memenuhinya, maka akan terjadi resiko kehilangan nyawa anak atau istrinya yang telah dijadikan tumbal.

6. Pandan Sigegek

Dari kejauhan Pandan Sigegek ini tidak terlihat sebagai tempat keramat untuk melakukan ritual pesugihan. Justru kawasan yang berada di kawasan pantai Trisik, Kulonprogo, Yogyakarta ini dikepung gundukan kotoran binatang yang sengaja ditimbun untuk keperluan pupuk.

Di kawasan tersebut pun tidak ada benda keramat satupun, hanya terdapat cadas untuk menaruh sesaji yang dibawa pemburu pesugihan hitam. Berbagai macam ritual pun harus dilakukan untuk mendapatkan pesugihan yang diinginkan, diantaranya adalah melakukan laku patigeni. Setelah melakukan ritual patigeni selama 3 atau 4 hari, pada hari terakhir biasanya orang tersebut akan mendapatkan wangsit melalui mimpi.

Apabila seseorang berhasil mendapatkan apa yang diinginkan melalui Pandan Sigegek, maka ia akan benar-benar puas hingga ingin kembali melakukan ritual di tempat tersebut. Namun, apabila seseorang tidak berhasil untuk mewujudkan hajatnya, maka ia telah menjadi pengikut setan dimana hidupnya akan semakin susah, berat dan sakit-sakitan serta tidak bisa dideteksi oleh medis.

7. Gunung Kemukus

Tempat cari pesugihan yang ketujuh ini pasti tidak asing di telinga pembaca. Bahkan lokasi ini telah berkali-kali masuk berita headline media massa, baik cetak maupun elektroknik. Hal ini dikarenakan ritual yang disyaratkan sangat menarik, yakni si pemburu pesugihan diminta melakukan hubungan suami istri dengan wanita yang bukan istrinya di lokasi khusus, biasanya di bawah pohon-pohon beringin.tempat cari pesugihan

Gunung Kemukus sendiri adalah obyek wisata yang terletak di Pendem, Sumberlawang, Sragen Jawa Tengah. Anda yang berdomisili di Solo, bisa mencapainya dalam waktu kurang lebih 35 menit. Terdapat beberapa titik yang bisa dimanfaatkan oleh pemburu pesugihan, yakni di bawah pohon beringin hingga dekat kompleks makam Pangeran Samudra yang masih keturunan dari dinasti Mataram.

Apabila klien pemburu pesugihan adalah seorang lelaki, maka ia bisa membawa seorang wanita dari daerahnya sendiri untuk diajak melakukan persetubuhan. Namun, apabila tidak membawa seorang wanita, para lelaki tidak perlu khawatir. Karena di kawasan tersebut telah banyak wanita yang menjajakan diri dengan memasang tarif khusus.

8. Sendang Kuning

Tempat cari pesugihan yang ke delapan dan terdapat di desa Kertamukti, Weleri, Kendal ini tergolong dalam obyek wisata dengan pemandangan menakjubkan. Namun sayang keindahannya ini dinodai dengan kabar tak sedap mengenai perburuan pesugihan hitam.

Konon di kawasan ini terdapat makhluk gaib dengan sosok banteng. Melalui sosok inilah pesugihan bisa didapatkan melalui cara memuaskan hasrat seksual banteng. Apabila pemburu pesugihan ini adalah lelaki, maka ia harus merelakan istrinya untuk berhubungan seks dengan sosok banteng, sedangkan apabila pemburunya adalah seorang wanita, maka ia sendiri yang akan memuaskan di banteng. Persetubuhan ini dilakukan selama 35 hari berturut-turut.

1,978 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini