Mengenal Arti Pesugihan dan Jenis-jenisnya

cari pesugihanKesenjangan antara si kaya dan si miskin sekarang ini di Indonesia semakin terlihat nyata. Sebagian besar dari kita sudah menganggap bahwa kesuksesan adalah kemampuan memiliki dan memperlihatkan benda-benda bersifat materi, seperti kepemilikan mobil mewah, beberapa rumah penampilan fisik atau gaya berbusana wah serta branded. Bagi mereka yang tidak sabar, tidak mau bersusah payah dan tidak memiliki iman kuat terhadap Tuhan Sang Pemberi Rezeki, pada akhirnya akan menghalalkan segala cara dalam menempuh kekayaan yang diinginkan. Misalnya saja dengan cari pesugihan.

Apabila mendengar kata pesugihan, maka asumsi masyarakat awam mengenainya adalah negatif, musyrik, haram, bisa mendapatkan karma dan murka Allah SWT hingga dicap sebagai pribadi yang tak bersyukur. Sebelum memberikan cap seperti itu, alangkah baiknya apabila Anda memahami pengertian dan jenis-jenis dari pesugiha itu sendiri.

Jauh sebelum Islam masuk ke Indonesia, masyarakat kita, lebih tepatnya masyarakat Jawa, telah mengenal fenomena pesugihan ini. Apabila dilihat secara umum, pesugihan memang digolongkan ke dalam jalur pangiwa sebagaimana ilmu santet dan pelet. Dengan kata lain, ia tergolong dalam aliran sesat.

Pesugihan berasal dari kata sugih dalam bahasa Jawa yang berarti kaya. Pemahaman paling populer yang berkembang dalam masyarakat kita, pesugihan adalah cara berburu atau mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak wajar serta selalu dikaitkan dengan pemujaan terhadap setan/jin dimana makhluk gaib ini menuntut imbalan berupa jiwa baik orang lain atau anggota keluarganya sendiri.

Bagaimana fenomena cari pesugihan ini masih berlanjut dan justru makin diburu? Padahal dunia saat ini telah dipenuhi dengan teknologi serba canggih nan memudahkan kita untuk mencari peluang bisnis atau karir. Ternyata masih banyak sekali teman-teman kita yang hidup di bawah garis kemiskinan dimana mereka ingin mengubah nasibnya secara drastis tanpa menunggu waktu atau harus melakukan upaya terlebih dahulu.

Apakah Fenomena Cari Pesugihan itu Haram?

Persaingan hidup semakin keras. Mereka yang tidak benar-benar pandai melihat peluang di sekitar dan tidak memiliki kemampuan dalam bidang tertentu, akan sangat mudah hilang dan tergerus zaman. Apalagi mereka yang tidak memiliki jiwa berjuang. Alih-alih bekerja seadanya dan jalani saja, sebenarnya jauh di dalam pikiran mereka tersimpan keinginan untuk mencapai kekayaan dimana dengan kekayaan tersebut mereka menganggap hidupnya akan tenang serta bahagia dunia akhirat. Cara pandang seperti inilah yang kemudian mendorong orang-orang untuk berburu cari pesugihan.

Kemudian apakah pesugihan sendiri adalah haram, musryik, tidak dibenarkan dalam agama dan bisa mendatangkan karma bagi pelakunya? Apabila dilihart dari sifatnya, maka pesugihan sesungguhnya dibagi menjadi 2, yakni Pesugihan Hitam dan Pesugihan Putih. Selanjutnya, kita akan bahas pengertian serta contoh dari kedua jenis pesugihan tersebut.

1. Pesugihan Hitam

Masyarakat terlanjur meyakini bahwa pesugihan itu adalah haram dan tidak dibenarkan dalam agama manapun. Karena pengertian populer dari pesugihan itu sendiri adalah melakukan pemujaan terhadap makhluk gaib yang akan menjadi prewangan atau membantu dalam memberikan sejumlah kekayaan yang diinginkan. Dan, memang seperti itulah pengertian dari pesugihan hitam ini.

Pelaku yang menjadikan pesugihan hitam sebagai cara berburu kekayaan dan kesuksesan duniawi ini bersekongkol dengan iblis. Tentu saja, makhluk gaib yang telah bersumpah di hadapan Tuhan bahwa selama hidupnya akan menyesatkan manusia ini mau saja membantu karena mendapatkan imbalan berupa roh dari manusia.

Seseorang yang dijadikan tumbal ini, setelah mati nanti rohnya akan menjadi budak setan selamanya. Dengan kata lain, rohnya ditahan untuk menjadi anggota sesat sampai dengan hari kiamat. Pesugihan hitam ini tidak hanya merugikan diri sendiri sebagai pelaku dan anggota keluarga yang dijadikan tumbal, melainkan juga meresahkan warga sekitar.

Pembaca setia SolusiParanormal.Com mungkin bertanya-tanya mengenai ketenangan batin dari pelaku pesugihan hitam. Karena setelah mendapatkan kekayaan dari hasil cari pesugihan dengan merelakan anggota keluarganya dijadikan tumbal, bagaiaman mungkin ia bisa tenang dalam menikmati harta kekayaan yang bahkan tidak abadi tersebut? Seseorang yang sudah menjadikan pesugihan hitam sebagai cara mendapatkan kekayaan berlimpah dan cepat sebagai pilihannya ini biasanya hati dan pikiran sudah tertutup oleh benda-benda bersifat materi. Yang ada dibenaknya adalah keinginan untuk segera meraup banyak keutungan saat ini, tanpa berpikir mengenai kerugian yang bakal ia tanggung di masa yang akan datang. cari pesugihan

Dalam dunia metafisika, kita mengenal 3 macam aliran pesugihan. Aliran pesugihan adalah asal atau cara seseorang dalam mendapatkan kekayaan yang diinginkan. Berikut adalah 3 macam aliran pesugihan:

Pesugihan Uang Kontan

Pada pesugihan uang kontan ini seseorang akan berhadapan langsung dengan setan atau jenis prewangan yang dimanfaatkan untuk melakukan tawar-menawar sejumlah uang yang akan diberikan. Jenis aliran ini menggunakan perantara atau pawang, biasanya paranormal atau dukun yang telah memiliki kemampuan khusus.

Kelemahan uang kontan ini adalah yang menginginkan kekayaan biasanya tidak bisa menikmatinya. Karena melakukan penarikan uang, jiwa seseorang akan ditahan dan kemudian badannya dimasuki oleh roh setan. Setelah orang tersebut pulang untuk mengantarkan uang kepada keluarganya, roh setan akan ditarik pulang. Hal ini mengakibatkan klien langsung meninggal dunia.

Pesugihan Cupang

Jenis aliran pesugihan yang kedua mengharuskan seseorang untuk mengorbankan nyawa orang yang dicintai seperti istri atau anaknya. Istilahnya adalah menjual nyawa untuk digantikan dengan kekayaan yang diharapkan. Tidak hanya mempersembahkan nyawa orang yang dincintai, klien juga diharuskan untuk menyediakan ruangan khusus dengan dupa dan sesaji darah ayam segar pada hari tertentu.

Pesugihan Prewangan

Ini merupakan jenis aliran yang cukup banyak dimanfaatkan oleh orang-orang. Caranya dengan mengambil sejenis makhluk halus untuk dijadikan prewangan atau pembantu dalam memburu kekayaan. Syarat agar kekayaan duniawi klien semakin bertambah adalah setiap tahun ia harus mempersembahkan tumbal, entah itu nyawa istri, anak, pembantu atau orang lain yang cukup dekat.

Selain menyediakan tumbal sebagai ganti dari kekayaan yang didapatkan melalui cara mengorbankan orang yang dicintai, masih ada beberapa ritual yang diwajibkan kepada klien agar kekayaan bisa terus dinikmati hingga akhir hayatnya. Intinya, agar tujuan yang diinginkan selalu dipenuhi, maka terdapat beberapa laku yang tidak boleh dilanggar. Apabila klien lupa tidak melakukan laku ritual yang telah dijanjikan pada awal kesepakatan, maka resiko yang dihadapi tidaklah main-main, yakni nyawanya sendiri yang akan ditarik oleh makhluk prewangan sebagai gantinya.

Laku ritual ini tidak dilaksanakan sekaligus oleh pemburu pesugihan hitam. Karena setiap jenis aliran dan tempat memuja untuk mendapatkan kekayaan memiliki cara atau ritual sendiri yang biasanya berbeda satu sama lain. Hal ini juga tergantung dari perantara (paranormal atau dukun) yang menjadi pawang antara klien dan makhluk halus. Yang perlu diingat adalah semakin besar tingkat kekayaan yang diinginkan, maka semakin berat pula ritual yang akan ditempuh.

Berikut adalah beberapa laku ritual yang diwajibkan kepada klien agar kekayaan dan kesuksesan duniawi bisa terwujud.

– Melakukan hubungan intim dengan istri atau suami orang lain.

– Menyediakan sesaji dengan membakar dupa, jenis bunga tertentu dan ubarampe, seperti, tumpeng, nasi gurih, aneka jajan pasar, jenang, pisang raja, ayam ingkung dan lain-lain.

– Melakukan kungkum atau berendam dalam sendhang yang telah ditentukan.

– Melakukan puasa atau melek (tidak tidur) dalam masa yang telah ditentukan.

– Menyusui (bagi perempuan) atau berhubungan intim (bagi laki-laki) dengan makhluk prewangannya.

– Melafalkan doa, amalan atau mantra khusus.

2. Pesugihan Putih

Pesugihan putih adalah cara mendapatkan kekayaan dimana teknik yang digunakan tidak melanggar norma agama. Karena cara yang ditempuh adalah dengan mengamalkan doa dan menggunakan sarana pelarisan alami. Masyarakat awam lebih mengenalnya dengan istilah penglarisan atau pelarisan dibandingkan dengan pesugihan putih.

Penglarisan ini lebih banyak diminati oleh pedagang karena ilmu yang digunakan tidak bertentangan dengan agama serta tidak menuntut tumbal. Ia hanya menuntut seseorang untuk terus melakukan upaya lahir dengan bekerja keras, bekerja cerdas dan berkeja dengan hati. Namun, usaha lahir ini harus dibarengi dengan usaha batin, antara lain mengamalkan doa khusus atau menggunakan sarana pelarisan alami.

Metode pertama yang dilakukan untuk bisa mendapatkan kekayaan yang diinginkan adalah dengan membuka aura pelarisan yang sudah pasti dimiliki setiap orang. Teknik metode buka aura pelarisan ini selanjutnya akan dilanjutkan dengan membersihkan energi negatif yang telah menutup pintu rezeki seseorang untuk kemudian diisi dengan energi positif. Energi positif ini bekerja untuk membuat calon pelanggan lebih mudah tertarik dengan pandangan atau ucapan Anda. Untuk lebih menguatkan klien, paranormal putih biasanya menambahkan pegangan berupa amalan, doa atau sarana pelarisan, seperti kapsul aura pelarisan.

Dasar dari jenis cari pesugihan ini adalah membantu pedagang atau pebisnis yang kesulitan dalam meraih keuntungan. Apabila klien mendapatkan apa yang diinginkan pun, hal ini bukan karena pertolongan sarana pelarisan atau paranormal semata, melainkan karena pertolongan Tuhan Yang Maha Pemberi. Pelarisan atau paranormal hanya sebagai perantara dan membantu menunjukkan jalan saja. Bagi pengusaha atau pedagang yang takut apabila usahanya ditutup oleh prewangan pesaing pun, seorang klien bisa dibantu melalui pagar gaib dimana ia sudah satu paket dengan sarana pelarisan tadi.

Terdapat berbagai macam cara orang menjemput rezeki. Mulai dari menjadi pegawai swasta, mengandalkan pemasukan dengan menjadi pegawai negeri sipil hingga menjalankan usaha sendiri. Terlepas dari fenomena cari pesugihan apapun, ada satu hal yang harus kita yakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan jatah rezeki kepada semua makhluknya. Selama Anda hidup, selama itu pula manusia akan mendapatkannya. Namun, apa yang kita dapatkan berbeda satu sama lain karena tergantung dari upaya kita dalam menjemputnya.

Apabila Anda menjemputnya dengan cara berjalan pelan, maka hasilnya pun akan sesuai dengan upaya tersebut. Apabila Anda menjemputnya dengan cara berlari 70km/jam, maka hasilnya pun akan menyesuaikan. Semoga bermanfaat dan hidup kita selalu diberikan keberlimpahan rezeki halal dari Yang Maha Kuasa. Apabila ada pertanyaan, silahkan jangan ragu untuk menghubungi kami melalui SMS/WhatsApp ataupun email.

719 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini