Amalan Doa Untuk Menang Pilkada

Amalan Doa Untuk Menang Pilkada Kepala Desa Bupati dan Gubernur – Menjadi kepala daerah misalnya kepala daerah, bupati maupun gubernur merupakan sebuah kehormatan bagi sebagian orang. Dengan menjadi kepala daerah, Anda akan menjadi orang yang disegani setidaknya seluruh masyarakat daerah yang Anda pimpin.

Menang Pilkada

Selain mendapatkan kehormatan dan kewibawaan dari setiap orang, menjadi kepala daerah ternyata mendapatkan gaji yang lumayan menggiurkan. Maka dari itu banyak orang yang berusaha menjadi kepala daerah.

Pemilihan kepala daerah menjadikan ajang perebutan dalam mendapatkan posisi tersebut. Berbagai macam trik politik pilkada dilakukan agar jagoan yang di usung mampu memenangkan pemilihan kepala daerah.


Baca Juga:


Secara lelaku lahir agar menang dalam pemilihan kepala daerah adalah dengan mempunyai sifat yang mengayomi masyarakat dengan baik. Dengan sifat mengayomi dan mau mendengarkan aspirasi masyarakat bukan tidak mungkin simpati akan didapatkan.

Mereka sebenarnya paham bahwa apabila kalah dalam pertarungan, resikonya jelas yaitu menjadi miskin. Salah satu alasan bahwa mereka harus mengeluarkan dana yang besar adalah meraih kemenangan karena kemenangan adalah prestise dan harga diri. Demi harga diri-lah para calon kepala desa/para calon bupati/calon gubernur rela untuk jor-joran dengan pesaingnya. Kadang, di tengah perjalanan dana yang disiapkan oleh para calon tersebut sudah habis untuk kampanye namun karena sudah kepalang tanggung dan sudah kepalang basah mereka nekad untuk berhutang. Maka, diperlukan sponsor dari pihak lain agar seorang calon tidak kedodoran dana.

Untuk menang pilkada, Dana dikeluarkan tidak hanya saat kampanye untuk menggali dukungan dari rakyat, tetapi juga (dalam kasus pemilihan Bupati/Gubernur) yaitu mencari KENDARAAN POLITIK yang siap untuk mengusung calon tersebut untuk didaftarkan di KPU. Para calon ini juga harus siap membentuk tim pemenangan yang biasa disebut tim sukses. Membentuk tim sukses yang solid, cerdas dan strategis tentu juga membutuhkan dana yang besar. Tim ini adalah ujung tombak yang menyiapkan strategi komunikasi politik untuk mengubah pencitraan calon yang biasa menjadi luar biasa sehingga bisa dikenal, diterima masyarakat dan nanti pada saat pemilihan bisa dipilih oleh masyarakat.

Saat perhelatan resiko yang juga harus diantisipasi adalah adanya konflik horizontal antar pendukung. Teori konflik Ralph Rahrendorf menjelaskan bahwa semakin kecil lingkup komunitas sebuah persaingan maka resikonya semakin besar terjadi konflik. Jadi resiko konflik pemilihan presiden lebih kecil dari resiko pemilihan gubernur, resiko konflik pemilihan gubernur lebih kecil dari pemilihan bupati. Maka resiko konflik antar pendukung calon kepala desalah yang paling besar. Sehingga setiap calon kepala desa diharapkan mampu untuk bertindak bijaksana dan dewasa. Mereka diharapkan mampu untuk meredam emosi agar para pendukungnya tidak bertindaka anarkis dan siap menerima kekalahan dan juga siap menerima kemenangan dengan hati legawa atau ikhlas.

Salah satu yang biasanya tidak absen saat seseorang ingin menang dalam pemilihan langsung oleh rakyat adalah MEMILIH ORANG PINTAR, DUKUN atau PARANORMAL YANG BENAR-BENAR BISA MEMENANGKANNYA. Tentu saja ini perlu menjadi bahan renungan bagi para calon agar nanti jangan sampai salah pilih orang.

Nah, berikut ini panduan yang perlu diketahui untuk memilih paranormal yang tepat untuk menang pilkada.

  1. Pilih “orang pintar” yang benar-benar “suci” yaitu orang tidak punya hasrat demi mengejar harta Anda. Pilih “orang pintar” yang bebas dari tendensi apapun. Misalnya, dia minta bila Anda menang maka dia meminta disediakan rumah, mobil dll. Ini adalah jenis “orang pintar” yang harus dihindari sebab dia bukan “manusia suci” yang masih memiliki dalih dan pamrih mendapatkan harta dan benda. Tanda-tanda orang pintar yang bebas tendensi ini adalah TIDAK MAU MENJANJIKAN KEMENANGAN ANDA. SEBAB MESKIPUN DIA YAKIN 100 % ANDA MENANG, MAKA INI ADALAH BAHASA WISIK (“WAHYU”) YANG TIDAK BOLEH DIBUKA KEPADA ORANG LAIN TERMASUK KEPADA CALON.
  1. Pilih “orang pintar” yang paling sulit untuk dicari. Jangan mendapatkan “orang pintar” dari orang yang mudah didapat dan belum-belum sudah menjanjikan kemenangan anda. Untuk mendapatkan orang yang sulit dicari tersebut bisa dari usulan para pendukung anda namun pastikan anda tahu track record yang bersangkutan dengan mempelajari secara teliti siapa dia sebenarnya. Petunjuk untuk menggunakan “orang pintar” tersebut biasanya datang melalui mimpi.
  1. Pilih “orang pintar” yang benar-benar bijaksana dan tua. Artinya bukan tua usianya, namun tua ilmunya dan pastikan dia sudah pernah melakukan perjalanan spiritual yang panjang hingga tingkat lanjut sehingga doanya diijabahi/dikabulkan Tuhan. “Orang pintar” semacam ini tidak akan memberikan amalan yang tidak masuk akal. Sebab meskipun saran “orang pintar” ini berasal dari kesadaran jiwa/bukan dari kesadaran fisik (otak) namun kesadaran jiwa tidak pernah melanggar larangan etika dan norma-norma yang ada.

Bila Anda sudah mendapatkan seorang yang benar-benar “pintar” dan anda yakin 100 persen bahwa dia adalah orang yang tepat untuk dijadikan partner untuk menuju menang pilkada maka langkah selanjutnya adalah melalui proses demi proses dengan sabar, ikhlas dan nrimo apa yang akan terjadi. Alangkah lebih baik bila Anda selalu menyiapkan mental spiritual sebagai seorang satria yang berjuang menegakkan kebenaran. Karena tujuannya hanya MENEGAKKAN KEBENARAN, maka menang atau kalahnya anda tidak jadi soal lagi.

Kita tahu, bahwa sebelum seseorang itu maju atau tidak sebagai calon tentu saja harus dipikirkan dari mana sumber keinginan anda: JANGAN MAJU BILA SUMBERNYA ADALAH KEINGINAN KARENA KEINGINAN ITU ADALAH NAFSU ATAU EGO UNTUK BERKUASA. Pemimpin yang sumber keinginannya untuk berkuasa berasal dari NAFSU maka bisa dipastikan dia adalah pemimpin nantinya “tidak amanah”, dia tidak akan mampu memegang kominten untuk mensejahterakan masyarakat baik lahir maupun batin. Bayangkan bagaimana jadinya bila pemimpin yang belum mampu mengendalikan nafsu dan belum mampu mengatur dan mengalahkan “diri”nya ini memimpin masyarakat. Maka dia akan menjadi pemimpin yang tidak punya pamor dan derajat sebagai pemimpin.

Pemimpin sejati tidak bergelimang harta benda tahta dan wanita. Pemimpin sejati adalah orang yang siap menjadi orang yang paling miskin dan melarat. Pemimpin sejati adalah orang yang memiliki prinsip bahwa dia harus menjadi orang terakhir untuk bahagia dan sejahtera setelah semua anggotanya merasakan bahagia dan sejahtera. Dia adalah orang yang pertama kali bersedih bila ada anggotanya bersedih karena belum sejahtera. Maka pemimpin adalah hati nurani, denyut nadi dan nafas yang selalu didambakan oleh rakyatnya. Bila Anda siap untuk menjadi pemimpin sejati, silahkan maju sebagai calon pemimpin dan kita semua pasti akan menjadi orang yang pertama kali membela Anda.

Selain cara diatas tentu harus dibarengi dengan laku batin, dalam hal ini adalah menggunakan bantuan sarana spiritual untuk memenangkan pemilihan kepala daerah. Yaitu dengan menggunakan amalan doa menang pilkada.

Amalan Doa Menang Pemilihan Kepala Daerah

Amalan ini kami dapatkan dari seorang spiritualis yang sudah menangani beberapa klien dalam hal pemilihan kepala daerah. Dan Alhamdulillah beberapa sudah berhasil mengamalkannya. Berikut amalan menang pilkada :

Puasa sunah 7 hari

Saat puasa, setiap sholat subuh dan ashar membaca ayat ini 21 kali dan ayat itu bunyinya;

WA ALQAYTU ALAYKA MAHABBATAM MINNI WALITUSHNA A ALAA AYNI. (QS Thaaha, 39)

Selesai puasa, bacalah ayat di atas 5000 kali saat malam hari mulai jam 23.00 sd selesai.

Sejak mengamalkan amalan di atas hingga pelaksanaan Pilkada, Calon Kades dan isteri menyimpan di dalam dompet atau saku dan dibawa kemanapun bepergian yaitu nama-nama ashabul kahfi dibawah ini:

Maksalmiina,

Tamliikha,

Marthuunis,

Naynuunis,

Saribunis,

Dzuunawaanis,

Falyastathyuunis, dan

Qithmiir.

(nama-nama tersebut ditulis di kertas/kain. Lebih afdol memakai bahasa Arab).

2,120 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini