5 Tips Keluarga Bahagia & Harmonis Sampai Kakek Nenek

Setiap rumah tangga pasti memiliki masalahnya masing-masing. Kalau Anda juga mengalaminya, cobalah terapkan tips keluarga bahagia agar langgeng hingga maut memisahkan ini. Jangan sampai masalah tersebut malah merusak keharmonisan rumah tangga Anda.

Ya, bersama keluarga lah Anda akan menghabiskan sisa hidup ke depannya. Jangan sampai, Anda merasa tersiksa dan sulit menjalani hidup bersama mereka. Bisa-bisa, sisa umur Anda hanya dipenuhi penyesalan belaka.

Cinta dan keharmonisan keluarga bisa diibaratkan tanaman yang harus dipupuk dan dirawat. Jika masalah datang menghampiri, Anda tak boleh berpangku tangan dan mengharapkan semuanya berlalu begitu saja.

Sebaliknya, pupuk keharmonisan dengan menerapkan beberapa tips rumah tangga bahagia berikut ini. Cara-cara ini pun tergolong sederhana dan bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Apa Saja Tips Keluarga Bahagia yang Bisa Diterapkan Sehari-Hari?


1. Pastikan Kebahagiaan Diri Sendiri
Banyak orang menikah untuk mencari kebahagiaan. Namun pada akhirnya, yang ada hanya rasa kecewa karena semua tak berjalan mulus sesuai rencana. Kerikil-kerikil kecil terus saja datang menghampiri.

Jika Anda juga merasakannya, ada baiknya Anda mulai mengubah konsep tersebut. Pastikan rasa cita sudah ada di dalam diri Anda sendiri, lalu bagikanlah ke suami dan anak-anak Anda.

Selalu sediakan me time untuk menyenangkan diri di sela kesibukan kerja dan rumah tangga. Pentingnya me time sebagai kunci rumah tangga bahagia ini pun dibuktikan dalam studi yang dilakukan University of Michigan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa kurangnya me time bisa menurunkan kadar keharmonisan rumah tangga. Faktornya bahkan lebih besar dari ketidakpuasan dalam berhubungan intim dengan suami.

2. Berhenti Menuntut & Hargai Keputusan
Berhenti menuntut dan menghargai keputusan perlu diterapkan dalam membina rumah tangga harmonis. Ingatlah bahwa tak ada manusia di dunia ini yang diciptakan sempurna.

Begitu juga dengan suami dan anak-anak Anda. Oleh karena itu, berhenti menuntut dan mengarahkan mereka agar sesuai dengan standar yang Anda tetapkan.

Terkadang, tuntutan ini bisa menciptakan jarak yang menghalangi terbentuknya keluarga bahagia. Yakinkah bahwa Anda menuntut untuk kebaikan mereka dan bukan karena gengsi belaka?

Tak usah pedulikan omongan tetangga yang merendahkan pekerjaan suami atau nilai sekolah anak-anak Anda. Selama pekerjaan itu halal dan anak-anak sudah belajar semaksimal mungkin, terima mereka apa adanya.

Lebih bijak lagi, dukung mereka untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Cukup beri saran tanpa terlalu memberi tekanan. Hormati keputusan mereka selama tidak menyalahi norma dan merugikan orang lain.

3. Saling Berbagi Cerita
Pernahkah Anda merasa suami dan anak-anak Anda lebih senang menghabiskan waktunya bersama teman? Atau malah Anda dan mereka sibuk dengan gadget masing-masing meski duduk berhadapan?

Cobalah terapkan tips keluarga bahagia untuk saling berbagi cerita. Ambil inisiatif untuk bercerita atau bertanya tentang kegiatan mereka. Agar mereka merasa dihargai dan didengar, selalu tunjukkan ketertarikan Anda.

Cerita yang Anda bagikan tak harus serius dan membuat berat kepala. Lelucon dan pembicaraan ringan bahkan bisa lebih mencairkan suasana. Jangan lupa, posisikan diri Anda sebagai sahabat yang bisa dijadikan telinga.

Makan malam bersama bisa jadi saat yang tepat untuk berbincang bersama. Siapkan juga masakan favorit suami dan anak-anak agar mereka semakin gembira.

Kalau perlu, buat peraturan untuk menjauhkan gadget dari meja makan. Siapapun yang melanggar akan diberi hukuman ringan.

Misalnya saja menyanyi atau menari yang bisa membuat kalian tertawa bersama dan semakin dekat. Jangan beri hukuman berat yang akan membuat meja makan jadi tempat menakutkan.

4. Libatkan dalam Pekerjaan Rumah
Membagi pekerjaan rumah bisa jadi tips keluarga bahagia yang efektif. Pasalnya, suami dan anak akan merasa dilibatkan dan dibutuhkan. Dari situ, akan tumbuh tanggung jawab dan rasa saling memiliki.

Anak-anak juga sekaligus belajar melaksanakan tugas-tugasnya. Kalau dari kecil tidak dididik, akan semakin susah saat mereka besar nanti.

Meski kedisiplinan penting, tetaplah fleksibel dalam menetapkan peraturan. Jika suami dan anak sibuk, bantulah mereka. Begitu juga sebaliknya jika Anda jatuh sakit dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan rumah.

Sekali-kali, Anda juga bisa bertukar peran dengan suami atau anak-anak. Perubahan kecil semacam ini bisa membantu mempererat hubungan dan mengusir kebosanan.

5. Komunikasi & Saling Percaya
Komunikasi bisa jadi tips rumah tangga bahagia yang tak boleh diremehkan begitu saja. Tanpa komunikasi yang baik, kesalahpahaman bisa timbul dan berujung ke rasa saling curiga.

Jika ada yang mengganjal di hati, segera tanyakan ke suami atau anak-anak. Jangan langsung menghakimi tanpa mendengar penjelasan mereka. Sebaliknya, keluarkan uneg-uneg Anda dengan baik dan tanpa emosi.

Saling percaya juga tak boleh dilewatkan dalam menerapkan tips keluarga bahagia. Apalagi jika Anda terpaksa berjauhan dan berbeda rumah dengan suami.

Dengan memberikan kepercayaan, Anda akan bisa bersikap lebih memahami. Tak hanya pada suami, tapi juga ke diri sendiri. Pertengkaran sia-sia pun bisa Anda hindari.

Setelah mengetahui tips rumah tangga bahagia di atas, sekarang saatnya untuk menerapkannya. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa untuk melindungi keluarga Anda.

Dengan restu dari Yang Maha Kuasa, semua yang Anda usahakan pasti akan berjalan lebih lancar tanpa banyak halangan. Semoga kebahagiaan selalu menyertai Anda sekeluarga